Google Cloud Platform: Cara Kami Memanfaatkannya

Tuntutan digitalisasi meningkat pesat, perbankan harus bisa memberikan solusi dengan cepat, pemanfaatan Google Cloud Platform menjadi jawaban yang tepat.

Insan BRILiaN

March 23, 2021 • 3 mins reading

Apakah Anda sering menggunakan produk-produk dari Google seperti Gmail, Google Drive, dan Google Docs? Kemungkinan besar, collaboration tools inilah yang membantu kelancaran pekerjaan Anda saat menjalani work from home di tengah pandemi COVID-19. Memang, produk-produk tersebut banyak digunakan karena kemudahan serta kelancarannya. Tentunya, hal tersebut tak terlepas dari infrastruktur yang mumpuni di balik produk-produk ini. Tahukah Anda bahwa para developer bisa mengembangkan produk digital dengan infrastruktur yang sama dengan produk-produk rilisan Google? Hal ini bisa diwujudkan dengan memanfaatkan Google Cloud Platform.

Apa itu Google Cloud Platform?


Google Cloud Platform (GCP) adalah kumpulan layanan cloud computing dari Google yang memungkinkan Anda untuk membangun, deploy, dan meningkatkan skala dari aplikasi, situs web, maupun services pada infrastruktur yang sama dengan produk Google. Layanan yang disediakan oleh GCP sangat beragam, mulai dari cloud, database, machine learning, hingga artificial intelligence

Google Cloud Platform juga telah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan ternama yang ada di dunia, seperti Twitter, Spotify, dan Unilever. Tak ayal, karena GCP merupakan salah satu leader dalam Gartner’s Magic Quadrant untuk Cloud Infrastructure and Platform Services. Di Indonesia sendiri, GCP banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang digital minded, salah satunya adalah bank dengan aset terbesar di Indonesia, Bank BRI. Kami telah menggunakan GCP sejak tahun 2018. Beberapa alasan kami memanfaatkan Google Cloud Platform adalah:

  1. Telah memiliki data center di Indonesia

Hal ini penting untuk kami perhatikan, mengingat regulasi pemerintah menyebutkan bahwa penyedia jasa perbankan diwajibkan untuk menggunakan data center yang berada di Indonesia. Selain itu, keberadaan data center di Indonesia juga dapat mengurangi tingkat latensi secara signifikan, sehingga kami bisa terhindar dari masalah kemacetan informasi.

  1. Dapat mempercepat proses kerja

Dengan GCP, kami bisa mempersiapkan infrastruktur tanpa perlu mengatur konfigurasi yang berbelit-belit. Sebagai contoh, jika sebelumnya kami harus menyiapkan dan mengelola arsitektur jaringan secara manual, dengan GCP kami tak perlu melakukannya lagi karena seluruh hal tersebut telah dikelola secara otomatis oleh Google. Dengan begitu, kami bisa berfokus pada pekerjaan lain yang lebih penting.

  1. Layanan yang lengkap dan mudah digunakan

GCP menawarkan berbagai layanan yang kami butuhkan untuk mengembangkan sebuah produk digital di BRI. Layanan-layanan tersebut juga dapat kami gunakan dengan mudah, sehingga kami bisa bekerja secara lebih cepat, efektif, dan efisien.  

Cara BRI memanfaatkan Google Cloud Platform


Kami menggunakan layanan GCP untuk mengembangkan berbagai produk digital BRI. Diantaranya adalah aplikasi Junio Smart untuk pengelolaan manajemen sekolah, aplikasi Smart Billing untuk manajemen invoice yang praktis dan efektif, dan platform pasar.id sebagai wadah pedagang pasar untuk melakukan aktivitas jual beli secara daring. Untuk membangun produk tersebut, beberapa layanan GCP yang kami gunakan adalah:

  1. Google Kubernetes Engine (GKE)

GKE adalah layanan dari GCP untuk mengelola Kubernetes. Kubernetes sendiri merupakan container orchestrator untuk menjalankan container di cluster virtual machine (VM), memantau kondisi container, dan mengelola siklus hidup dari VM. Sebelum memanfaatkan GKE, kami melakukan seluruh hal tersebut secara on-premise, dimana kami harus melakukan maintenance dan memastikan tiap-tiap server berjalan dengan lancar. Dengan GKE, kami tak perlu melakukan maintenance lagi dan kami bisa langsung deploy aplikasi pada Kubernetes. 

  1. CloudSQL

CloudSQL adalah layanan fully-managed database untuk menyimpan dan mengelola MySQL, PostgreSQL dan SQL Server. Sama dengan GKE, kami tidak perlu melakukan maintenance VM server karena semuanya telah dikelola oleh Google.

  1. BigQuery

BigQuery adalah layanan data warehouse dari GCP yang tidak memerlukan server dan dapat melakukan query data dalam skala petabyte. Dengan BigQuery, kami bisa langsung menarik insight yang kami butuhkan tanpa perlu mengurus infrastruktur database terlebih dahulu.

Selain layanan-layanan untuk pengembangan produk digital, kami juga memanfaatkan layanan GCP lainnya seperti Apigee yaitu layanan full lifecycle API management untuk mengelola BRIAPI, Cloud Vision API untuk mengidentifikasi nasabah baru BRI melalui teknologi facial recognition, dan Google Maps API yang membantu kami dalam proses perekrutan agen BRILink.

Pemanfaatan GCP ini telah membantu kami dalam memangkas waktu mempersiapkan infrastruktur dan mengembangkan sebuah produk digital BRI. Sebagai contoh, sebelumnya kami membutuhkan waktu satu jam untuk melakukan replikasi database, karena kami harus mempersiapkan virtual machine dan database secara manual. Dengan Google Cloud Platform, kami bisa melakukan hal yang sama hanya dalam kurun waktu enam menit saja. Hal yang sama juga terjadi ketika kami ingin membangun Kubernetes cluster, secara manual prosesnya bisa memakan waktu hingga satu jam, itu pun belum termasuk waktu untuk membangun server. Sedangkan dengan GCP seluruh proses tersebut bisa diselesaikan dalam kurun waktu 15 menit. Dengan segala kemudahan yang ditawarkan GCP ini, kami bisa membangun produk digital secara lebih cepat dan mewujudkan salah satu misi perseroan untuk go smaller, go shorter, and go faster.

Fathoni Adi Kurniawan
Junior Site Reliability Engineer 

Mohammad Yoga Arie
Junior Site Reliability Engineer