Tumbuh Bersama BRI, Teknologi dan Inovasi Jadi Kunci

125 tahun telah berlalu sejak awal berdirinya BRI. Kami telah berevolusi menjadi bank yang berjalan seiringan dengan perkembangan teknologi, salah satu cara kami melakukannya adalah dengan mengadopsi talenta-talenta muda di bidang teknologi.

Insan BRILiaN

December 28, 2020 • 3 mins reading

Bagi insan BRILiaN di divisi Digital Center of Excellence (DCE) BRI teknologi adalah bagian yang tak terpisahkan dari keseharian kami. Tak heran, sebab divisi ini merupakan tempat lahirnya berbagai layanan digital banking BRI. BRI juga telah mengadopsi digital culture dengan model kerja kolaboratif dan mengedepankan kebutuhan pelanggan. Hal ini bisa kami wujudkan karena 80 persen karyawan BRI merupakan insan BRILiaN muda yang kreatif dan dinamis. Apakah fakta-fakta diatas membuat Anda tertarik untuk bergabung dengan keluarga BRI? Sebelum melamar, yuk kita dengar dulu cerita insan BRILiaN muda yang baru saja bergabung di BRI!

BRI kini bukan perusahaan yang kaku lagi.


Sebelum menjadi bagian dari insan BRILian muda, saya sempat mengira bahwa BRI di tahun 2020 ini tak jauh berbeda dengan BRI 125 tahun yang lalu, namun persepsi saya terhadap bank BUMN ini salah. Di artikel ini, saya akan menceritakan alasannya.

Saat pertama kali menerima email penawaran untuk bekerja di BRI, saya sempat merasa curiga email yang saya terima adalah email scam. Kecurigaan saya semakin besar karena email ini terdeteksi not safety oleh email service yang saya gunakan. Namun, setelah saya periksa lagi, ternyata email tersebut memang betul datang dari tim BRI. Saya pun bergegas membalas email tersebut sembari melampirkan curriculum vitae (CV) saya. 

Alangkah beruntungnya, saya dipanggil untuk mengikuti proses interview oleh tim BRI. Pada proses interview ini ada satu poin yang sangat memorable bagi saya pribadi, yaitu poin yang menyebutkan bahwa BRI sedang menjalani proses digitalisasi. Tak hanya dari sisi operasional bisnis, namun juga dari sisi culture perusahaan. Hal ini mematahkan persepsi saya terhadap BRI, saya pun semakin tertarik untuk bergabung dan berkontribusi di perusahaan yang sedang dalam proses transisi ini. 

Tiga bulan berlalu, saat ini saya telah menjadi bagian dari insan BRILian muda sebagai UI/UX Designer. Saya telah terlibat dalam berbagai project BRI, diantaranya adalah project redesign mesin EDC berbasis Android, menciptakan dashboard Tebuchain, serta redesign user interface dari BRISmart, platform e-learning untuk insan BRILiaN. Dari beberapa project yang sudah saya kerjakan, Tebuchain adalah project yang paling berkesan bagi saya pribadi, karena platform Tebuchain ini telah mengadopsi teknologi Blockchain serta mampu memecahkan berbagai masalah yang kerap dihadapi oleh pegiat industri tebu. 

Bagi teman-teman UI/UX Designer yang menyukai tantangan dan tertarik untuk eksplorasi hal-hal baru, BRI adalah tempat yang tepat untukmu. Dikarenakan, project yang dikerjakan disini sangat variatif, mulai dari design dashboard, aplikasi, website, redesign mesin edc, maupun project internal dari BRI.

Yosua Priskwila
UI/UX Designer


Proses rekrutmen BRI membuat saya syok!


Pandemi COVID-19 ini membuka mata saya bahwa tak semua bisnis bisa selalu dalam kondisi sehat dan stabil. Namun, saya melihat ada beberapa industri yang tidak tergoyahkan oleh pandemi, salah satunya adalah industri perbankan, karena saya yakin kapanpun masyarakat akan tetap membutuhkan peran bank untuk mengelola keuangan. Syukurlah, saat ini saya bisa bergabung dengan perusahaan BRI, bank yang sudah sangat settle dan memiliki aset terbesar di Indonesia ini. Penasaran kan bagaimana proses rekrutmen yang membuat saya merasa syok? Yuk dengar cerita perjalanan saya sejak pertama kali interview di BRI!

Syok pertama yang saya alami adalah ketika harus menjalani proses rekrutmen yang cukup panjang. Di tempat saya bekerja sebelumnya, proses interview yang saya lalui sangatlah singkat. Saya hanya perlu mengerjakan sebuah tes terkait teknis pekerjaan, kemudian langsung menjalani interview dengan user. Namun di BRI keadaannya berbeda, saya diuji dari berbagai aspek, mulai dari tes psikologi, tes kesehatan, serta beberapa kali interview. Satu hal yang membuat saya lebih syok lagi, interview pertama saya langsung dihadapkan dengan Pak Kaspar, Executive Vice President Digital Center of Excellence BRI. Seorang Rizka, yang saat itu masih sangat buta dengan dunia perbankan cukup gelagapan saat diberikan berbagai pertanyaan terkait metriks-metriks yang ada di dunia perbankan, serta pendapat saya terkait dunia perbankan. 

Long story short, saat ini saya adalah Data Analyst BRI yang bekerja di bidang fraud. Tugas saya adalah mencari rules atau karakteristik dari berbagai transaksi fraud yang terjadi di BRI, agar kedepannya transaksi tersebut bisa dihindari. Bekerja menjadi seorang Data Analyst di BRI memungkinkan saya untuk membawa impact yang lebih besar, karena tiap-tiap hasil analisis data yang saya kerjakan lebih terlihat tangible results-nya dan bisa memberikan dampak yang luas. Hal ini memotivasi saya untuk bekerja lebih keras di BRI. 

Secara pribadi, saya memiliki target untuk bisa menurunkan frekuensi penipuan nasabah BRI. Saya juga berharap untuk bisa berkontribusi lebih di BRI untuk meningkatkan pelayanan nasabah dari bank nomor satu di Indonesia ini.

Rizka Azmira
Data Analyst