Segala Hal yang Perlu Anda Tahu dari Progressive Web Apps

Sebuah metode pembuatan “aplikasi” yang mengkombinasikan fungsi website dan native app.

Muhammad Fahry

November 23, 2020 • 2 mins reading

Sebagai bank nomor satu di Indonesia menurut The Banker, BRI selalu melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah BRI. Salah satu realisasinya adalah dengan pengembangan produk-produk digital banking yang dapat diakses oleh masyarakat kapanpun dimanapun. 

Selain aplikasi layanan mobile banking BRI Mobile, kami juga membangun berbagai aplikasi digital banking lain guna memudahkan masyarakat dalam menjalani aktivitas perbankan di segala lini. Contohnya seperti aplikasi BRImola untuk Pemesanan LPG 3 kg dan aplikasi Junio untuk pengelolaan manajemen sekolah.

Agar bisa memenuhi kebutuhan layanan digital banking masyarakat dengan cepat, tentunya dibutuhkan proses pengembangan aplikasi yang cepat pula. Kami dapat mewujudkan hal tersebut dengan mengembangkan aplikasi berbasis Progressive Web App (PWA). Pertama kali diperkenalkan di tahun 2015, PWA merupakan metode pembuatan aplikasi yang mengkombinasikan fungsi website dan native app. Kombinasi kedua hal tersebut menghasilkan experience layaknya aplikasi native tanpa harus menginstal aplikasi. Menurut Google, keuntungan dari pembuatan aplikasi berbasis web dengan metode PWA adalah Fast, Installable, Reliable, Engaging atau yang disingkat FIRE. Berikut definisi dari FIRE:

  1. Fast

Loading speed yang lambat dapat membuat user memilih untuk keluar dari website. Hal tersebut secara tidak langsung dapat berdampak pada ROI serta revenue dari perusahaan. Pemanfaatan PWA dapat menyelesaikan masalah tersebut karena PWA bisa dimuat secara instan layaknya aplikasi native berkat script service worker. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan informasi penting dari sebuah halaman web bisa langsung diberikan tanpa perlu dimuat lagi dan lagi setiap user membuka halaman PWA.

  1. Installable

Seperti native app pada umumnya, PWA juga dapat “diinstal” pada perangkat handphone dari user. Berbeda dengan native app yang harus diinstal melalui App Store maupun Play Store, PWA bisa diinstal secara langsung dari browser melalui fitur add to homescreen. Selain installable, Aplikasi PWA juga tidak akan memakan banyak storage.

  1. Reliable

Menurut data yang dirilis Google, 53% kunjungan ke mobile web yang membutuhkan waktu loading lebih dari tiga detik akan ditinggalkan oleh penggunanya. Dengan cache controls yang presisi pada PWA, aplikasi berbasis web Anda bisa digunakan tanpa harus mengandalkan koneksi internet, sehingga user bisa mengakses aplikasi PWA kapanpun dimanapun.

  1. Engaging

Dengan PWA, Anda dapat menciptakan aplikasi web based yang user experience-nya sangat natural dan mirip dengan native app. Sebagai contoh, PWA dibekali dengan fitur push notifications layaknya aplikasi native. Hal ini menciptakan kondisi dimana Anda bisa selalu mengingatkan user untuk selalu terhubung lewat aplikasi Anda melalui notifikasi tersebut.

Keempat poin tersebut merupakan keuntungan penggunaan aplikasi PWA dari sisi customer experience. Dari sisi bisnis, pemanfaatan PWA juga memiliki berbagai kelebihan. Seperti kata pepatah “Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.” Membangun web based apps dengan metode PWA berarti Anda juga membangun sebuah website, sekaligus aplikasi yang cocok dengan semua jenis perangkat dan operating system. Hal ini bisa menghemat pengeluaran dari sisi tenaga dan biaya pengerjaan. Sangat menarik bukan? 

Muhammad Fahry
DevOps Team Leader